Model Scrum

Disini penulis akan menjelaskan tentang apa itu Scrum Model.

  • Pendahuluan

Seperti yang kita ketahui, metodologi pengembangan perangkat lunak ada banyak diantaranya adalah waterfallprototypingincrementalspiral, dan RAD, jika kita ingin mempelajari apa itu Scrum, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu Agile Development Methods.

Dalam bahasa indonesia Agile memiliki arti gesit, lincah, tangkas, yang aritnya bersifat cepat, ringan, bebas bergerak. Menurut Roger S. Pressman dibukunya Software Engineering: A Practitioner’s Approach, “an agile software process must adapt incrementally”, maksud dari kalimat tersebut secara penerapannya proses agile harus bisa beradaptasi dengan feedback pelanggan(costumer), ditulis di buku Roger S. Pressman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach perangkat lunak yang menggunakan agile proses dicirikan dengan membahas asumsi utama dari sebagian besar proyek perangkat lunak:

  • It is difficult to predict in advance which software requirements will persist and which will change.
  • For many types of software, design and construction are interleaved. That is, both activities should be performed in tandem so that design models are proven as they are created. It is difficult to predict how much design is necessary before construction is used to prove the design. 
  • Analysis, design, construction, and testing are not as predictable

Dari asumsi-asumsi tersebutlah terpikirkan sebuah proses yang harus bisa beradaptasi, seperti yang sudah penulis ketik diatas proses Agile harus bisa adaptable

Menurut Wikipedia  Agile development methods adalah salah satu Metodologi pengembangan perangkat lunak. Selain Scrum, ada banyak model proses agile yaitu:

Pada halaman ini supaya lebih detail materi yang disampaikan penulis hanya akan menjelaskan tentang model Scrum.

  • Pengertian Model Scrum

Menurut  Roger S. Pressman dibukunya Software Engineering: A Practitioner’s Approach
“Scrum (the name is derived from an activity that occurs during a rugby match13) is an agile software development method that was conceived by Jeff Sutherland and his development team in the early 1990s, In recent years, further development on the Scrum methods has been performed by Schwaber and Beedle”.

Menurut Ken Schwaber & Jeff Sutherland (2013:3) sendiri Scrum adalah sebuah kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang senantiasa berubah, pada saat bersamaan dapat menghasilkan produk dengan nilai setinggi mungkin secara kreatif dan produktif.

  • Tahap-Tahap Model Scum

Roger S. Pressman dibukunya Software Engineering: A Practitioner’s Approach, dituliskan Model Scrum memiliki beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu:

    • Backlog, pada tahap ini bertujuan menentukan prioritas dalam mengerjakan sprint, persyaratan atau fitur proyek yang diprioritaskan yang memberikan nilai bisnis bagi pelanggan. “Item” dapat ditambahkan ke backlog kapan saja (ini adalah bagaimana perubahan diperkenalkan). Manajer produk menilai simpanan dan memperbarui prioritas sesuai kebutuhan.
    • Sprints, pada tahap ini semua tim berkumpul untuk mengidentifikasi tugas masing-masing. Selain itu, jadwal rilis ditentukan harus sesuai dengan kotak waktu yang telah ditentukan (umumnya 30 hari). Pada tahap ini tidak boleh ada “perubahan”, ini dilakukan untuk memungkinkan pekerja dapat mengerjakan bagiannya dalam lingkungan jangka pendek danjuga stabil.
    • Scrum meeting, tahap ini adalah pertemuan singkat (biasanya 15 menit) yang diadakan setiap hari oleh tim Scrum biasanya disebut juga dengan evaluasi. Roger S. Pressman dibukunya Software Engineering: A Practitioner’s Approach ada tiga kunci pertanyaan yang ditanyakan dan dijawab oleh semua anggota tim yaitu:1. What did you do since the last team meeting? 
      2. What obstacles are you encountering? 
      3. What do you plan to accomplish by the next team meeting? Seorang pemimpin tim, yang disebut Master Scrum, memimpin pertemuan dan menilai tanggapan dari setiap orang. Pertemuan Scrum membantu tim untuk mengungkap potensi masalah sedini mungkin.
    • Demos, tahap ini memberikan peningkatan proyek kepada pelanggan sehingga fungsionalitas yang telah diterapkan dapat ditunjukkan dan dievaluasi oleh pelanggan. Penting untuk dicatat bahwa tahap ini proyek mungkin tidak mengandung semua fungsionalitas yang direncanakan, melainkan fungsi-fungsi yang dapat disampaikan dalam kotak waktu yang ditetapkan.

Hello world!